4 Bahaya Ibu Hamil Sering Kena Polusi Udara

August 2019 Comment 2K Report

4 Bahaya Ibu Hamil Sering Kena Polusi Udara

Tinggal di kota besar, ibu hamil sering kena polusi udara setiap hari. Lantas, apa bahayanya polusi udara pada ibu hamil dan janin?

CINTADOKTER.COM Jakarta Polusi udara dapat ditemukan di mana saja, tapi lebih umum dikaitkan dengan area perkotaan. Perlu menjadi perhatian, ibu hamil yang sering terkena polusi udara bisa mengalami beragam gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan akibat polusi udara ini dapat besifat ringan hingga berat.

Lantas, bagaimana udara yang tidak sehat itu? Pada umumnya, udara yang digolongkan sebagai polusi mengandung ozon, polusi partikel (partikel padat/cair beracun yang ditemukan pada udara), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), asap kendaraan bermotor, emisi dari bangunan, asap rokok, debu, dan zat-zat kimia lainnya.

Baca Juga

  • Kenali PPCM, Penyakit Jantung pada Ibu Hamil
  • Tips Aman Olahraga Saat Polusi Udara di Jakarta
  • Kenali Penyebab Posisi Bayi Sungsang

Bila menghirup udara tercemar ini terus-menerus, ibu hamil berpotensi menghadapi sejumlah risiko kesehatan yang berbahaya. Apa sajakah itu?

1. Keguguran

Polusi udara, terutama udara yang mengandung nitrogen dioksida yang meningkat, dapat meningkatkan risiko keguguran. NO2 umumnya dihasilkan pada pembakaran bahan bakar, terutama pada kendaraan dengan mesin diesel.

Penelitian juga menemukan peningkatan risiko keguguran pada kehamilan muda pada ibu hamil yang terpapar ozon dan polusi partikel. Ozon merupakan salah satu unsur utama pembentuk kabut asap yang sering ditemukan di perkotaan.

Alasan pasti mengapa paparan dengan polusi udara dapat meningkatkan risiko keguguran belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli menduga adanya peningkatan peradangan pada plasenta dan stres oksidatif pada ibu hamil yang terpapar polusi udara. Hal ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan janin.

2. Berat kurang pada bayi

Beberapa studi menemukan paparan dengan polusi udara meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. BBLR merupakan keadaan di mana bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg. Padahal, bayi dengan BBLR lebih berisiko meninggal semasa balita. Selain itu juga lebih berisiko terkena gangguan kesehatan di kemudian hari.

Studi di London menemukan peningkatan BBLR sebanyak 15% untuk setiap peningkatan 5 µg/m3 polusi partikel. Studi lain menemukan ibu yang hamil tua pada periode Olimpiade 2008 di Beijing – ketika pemerintah menerapkan aturan ketat untuk menurunkan kadar polusi udara selama dua bulan – ternyata melahirkan bayi yang lebih berat. Kondisi itu jika dibandingkan dengan wanita yang melahirkan pada waktu yang sama tahun sebelumnya (saat polusi udara tidak diawasi secara ketat).

3. Persalinan prematur

Studi yang dilakukan oleh University of York, Inggris Raya, menemukan hampir satu per lima kelahiran prematur dikaitkan dengan paparan terhadap polusi udara, terutama polusi partikel. Bayi prematur sendiri lebih berisiko terkena masalah atau keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

4. Gangguan kesehatan ibu

Paparan dengan polusi udara berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Misalnya batuk, mengi, iritasi mata dan sinus, dan berbagai gangguan pernapasan. Gangguan kesehatan ini dapat menimbulkan dampak serius bagi wanita yang sedang hamil. Sebut saja, memicu kekambuhan asma pada ibu hamil.

Bagi ibu, hal ini dapat memicu timbulnya preeklamsia, kondisi tekanan darah tinggi yang berbahaya pada kehamilan. Bagi janin, kekurangan oksigen akibat ibu yang asmanya kambuh dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhannya.

Tips hindari polusi udara

Paparan polusi udara memang sulit dihindari seratus persen oleh ibu hamil. Namun begitu, tetap ada langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati keadaan ini, yaitu:

  • Perhatikan kualitas udara berdasarkan Air Quality Index (AQI) setiap harinya. Apabila kualitas udara sedang buruk, cobalah untuk tetap berdiam dalam ruangan.
  • Hindari berjalan di jalan raya atau jalan dengan banyak kendaraan, untuk meminimalkan paparan dengan asap kendaraan bermotor.
  • Larang setiap aktivitas merokok di area rumah Anda.
  • Memasak bisa menjadi sumber polusi di dalam rumah, jadi usahakan sirkuasi udara di dapur baik.
  • Hias rumah dengan tanaman yang bisa membantu membersihkan udara

Polusi udara berapa pun kadarnya sangat rentan memengaruhi kesehatan Anda. Bahkan tanpa disadari, dampak polusi udara pada ibu hamil juga tidak kecil. Oleh karena itu jangan pernah sepelekan.

Apabila ibu hamil sering kena polusi udara maka sangat berisiko mengalami empat gangguan kesehatan serius di atas. Karena itu, Anda sebaiknya melakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan paparan polusi. Selain itu, ibu hamil juga dapat mengonsumsi makanan sehat bergizi untuk menangkal efek radikal bebas pada tubuh.

[HNS/ RVS]

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.