5 Bahaya Keputihan Saat Hamil

December 2019 Comment 3K Report

5 Bahaya Keputihan Saat Hamil

Keputihan pada ibu hamil bisa jadi hal yang normal, tetapi bisa juga sebaliknya. Yuk, kenali bahaya keputihan saat hamil!

CINTADOKTER.COM Jakarta Saat hamil, terjadi perubahan hormon yang sangat berpengaruh pada metabolisme tubuh, termasuk dapat memicu keputihan. Meski bisa jadi hal yang normal, tetapi wanita harus tetap waspada akan potensi bahaya keputihan saat hamil.

Bagaimana keputihan yang normal pada masa kehamilan?

Saat hamil, terjadi berbagai perubahan yang menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita. Salah satunya adalah keputihan.

Baca Juga

  • Plasenta Previa Pada Ibu Hamil, Apa Itu?
  • Kehamilan Ektopik atau Kehamilan di Luar Rahim, Apa Maksudnya?
  • Peringati Hari Ibu, Ini Hadiah Terbaik untuk Istri yang Hamil

Bila ibu hamil mengalami keputihan, tak perlu langsung khawatir karena bisa saja itu merupakan keputihan yang normal karena terdapat perubahan keseimbangan hormon saat hamil.

Keputihan yang normal pada masa kehamilan, disebut dengan leukorea, memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Tipis
  • Berwarna putih
  • Bertekstur seperti susu
  • Tidak terlalu berbau

Bila ibu hamil mengalami keputihan dengan tanda-tanda seperti di atas, itu masih tergolong normal. Apabila merasa tak nyaman, ibu hamil dapat menggunakan panty liners.

Ciri-ciri keputihan yang tidak normal saat hamil

Ibu hamil harus mewaspadai perubahan karakteristik keputihan. Perubahan yang perlu dicermati sebagai tanda dari keputihan yang tidak normal meliputi:

  • Berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Berbau tidak sedap atau menyengat
  • Disertai dengan keluhan gatal atau kemerahan
  • Disertai gangguan buang air kecil

Jika mengalaminya, kemungkinan terdapat infeksi pada vagina pada masa kehamilan, misalnya infeksi jamur atau bakteri. Jangan tunda pemeriksaan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan bila mengalami tanda-tanda keputihan abnormal, agar bisa segera mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah komplikasi.

1 dari 2 halamanBahaya keputihan yang tidak normal terhadap kehamilan

Memang keputihan yang tidak normal pada masa kehamilan tak selalu berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, keputihan tersebut bisa menimbulkan komplikasi pada kehamilan, di antaranya:

  • Kelahiran prematur
  • Bayi berat lahir rendah
  • Infeksi pada air ketuban dan plasenta selama masa kehamilan (korioamnionitis)
  • Kelainan berupa jaringan rahim berada di luar rahim (endometriosis)
  • Infeksi pada luka operasi caesar

Perubahan warna pada keputihan bisa menandakan jenis infeksi yang dialami, seperti:

  • Kuning atau kehijauan

Perubahan warna ini menandakan adanya penyakit menular seksual seperti chlamydia atau trikomoniasis. Ketika mengalami infeksi tersebut, bisa saja gejala yang muncul tidak dirasakan mengganggu. Namun, infeksi tersebut dapat memengaruhi sistem saraf dan pertumbuhan janin.

  • Abu-abu

Perubahan warna ke arah keabuan dapat menandakan adanya infeksi bakteri yang sering disebut dengan vaginosis bakterialis. Biasanya, infeksi ini disertai dengan bau amis pada keputihan.

  • Kecokelatan

Keputihan yang berwarna kecokelatan termasuk jarang ditemukan pada ibu hamil. Namun, bila itu sampai terjadi, warna cokelat tersebut paling sering disebabkan oleh darah yang sudah cukup lama keluar dari tubuh. Jika mengalaminya, sebaiknya ibu hamil segera memeriksakan diri ke dokter.

  • Merah muda

Warna merah muda pada sekret vagina dapat tergolong wajar, atau bisa juga tidak. Kemungkinan terburuk dari keputihan yang berwarna merah muda terjadi pada saat keguguran atau kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik).

Jadi, ibu hamil juga disarankan untuk bergegas memeriksakan diri ke dokter bila mengalami keputihan yang berwarna merah muda.

  • Merah

Keluarnya cairan berwarna merah terang dari vagina, khususnya jika disertai perdarahan yang cukup banyak, terdapat gumpalan darah, dan disertai nyeri perut merupakan kondisi serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Pada saat hamil, perubahan hormon menyebabkan perubahan konsistensi mukus atau lendir yang berada di organ kewanitaan menjadi lebih tipis, sehingga dapat menurunkan fungsinya untuk melindungi dari infeksi. Itulah mengapa ibu hamil lebih rentan untuk mengalami infeksi pada vagina atau infeksi saluran kemih.

Keputihan sering dikeluhkan oleh ibu hamil akibat perubahan hormon. Meski umum terjadi dan bisa jadi merupakan sesuatu yang normal, tetapi ibu hamil tetap harus mewaspadai potensi bahaya keputihan saat hamil yang abnormal, karena dapat memengaruhi kondisi kehamilan. Bila ada tanda-tanda keputihan yang tidak normal, ibu hamil sangat dianjurkan untuk segera periksa ke dokter.

(RN/RPA)

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.