Ada Titik Putih di Mata, Waspada Ulkus Kornea!

July 2019 Comment 6K Report

Ada Titik Putih di Mata, Waspada Ulkus Kornea!

Pandangan buram dan ada titik putih di mata? Waspada, bisa jadi itu tanda dari ulkus kornea. Kenali gejala dan cara mengatasinya!

CINTADOKTER.COM Jakarta Pandangan terasa buram tak melulu akibat miopia atau mata minus. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat ulkus kornea, khususnya jika di ada titik putih di mata Anda.

Sebagai bagian dari mata, kornea merupakan salah satu media refraksi yang bersifat jernih dan membuat seseorang dapat melihat. Ketika kornea kehilangan kejernihannya, penglihatan akan terganggu karena cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat dihantarkan dengan baik. 

Penyebab dan gejala ulkus kornea

Ulkus kornea adalah gangguan pada mata yang terjadi akibat infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Risiko terjadinya kondisi ini bisa meningkat tinggi jika Anda mengalami atau melakukan hal-hal berikut:

  • Benturan pada bola mata yang disebabkan oleh benda tumpul maupun benda tajam
  • Terkena luka bakar
  • Penggunaan lensa kontak secara tidak tepat
  • Mengucek mata ketika kelilipan.

Sebelum ulkus kornea terdeteksi, penderita biasanya akan merasakan tanda maupun gejala infeksi seperti mata merah, silau, berair, rasa terbakar dan gatal. Ketika kondisi tersebut tidak tertangani dengan baik, terjadinya ulkus kornea tak bisa dihindari lagi.

Saat ulkus kornea sudah benar-benar terjadi, gejala yang dialami adalah sebagai berikut:

  • Titik putih pada kornea
  • Penglihatan buram
  • Mata mengalami peradangan
  • Mata terasa nyeri
  • Mata berair dan semakin berat dari waktu ke waktu
  • Bengkak pada kelopak mata
  • Rasa mengganjal di sekitar kelopak mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kotoran mata berlebih.
1 dari 3 halamanMengatasi ulkus kornea

Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang mengarah pada ulkus kornea, segera berobat ke dokter spesialis mata. Hal ini dilakukan agar Anda bisa segera mendapatkan tindakan, sehingga kondisi mata tidak semakin buruk dari hari ke hari. 

Dokter spesialis mata biasanya akan memberikan terapi berupa antibiotik, antijamur atau antivirus yang disesuaikan dengan penyebab infeksi pada mata Anda. Jika dibutuhkan, dokter juga akan menerapkan pemeriksaan tambahan di laboratorium untuk mengetahui jenis kuman penyebab infeksi untuk nantinya dijadikan sebagai rujukan terapi. Pada kondisi yang berat, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk melakukan transplantasi kornea guna mengembalikan fungsi mata seperti sedia kala.

Adapun beberapa tindakan yang perlu dihindari pasien ulkus kornea agar pengobatan yang diterapkan lebih efektif antara lain:

  • Penggunaan lensa kontak
  • Penggunaan makeup 
  • Penggunaan obat-obatan lain di luar yang telah disarankan oleh dokter yang menangani
  • Menyentuh atau mengucek mata.
2 dari 3 halamanMencegah ulkus kornea

Ulkus korena bisa sangat menurunkan bahkan menghilangkan fungsi penglihatan sama sekali. Oleh karena itu, sebelum benar-benar terjadi, Anda wajib menjaga kesehatan mata mulai saat ini. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

  • Menghindari penggunaan lensa kontak saat tidur.
  • Membersihkan lensa kontak dengan benar sebelum dan setelah menggunakannya.
  • Membersihkan mata dengan air untuk menghilangkan benda asing seperti debu.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh mata.
  • Hindari kebiasaan mengucek mata terlalu keras.

Meski ulkus kornea dapat diobati, namun keluhan tersebut masih mungkin menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Oleh karena itu, jaga selalu kesehatan mata Anda agar terhindar dari infeksi dan hal-hal yang menyebabkan terjadinya ulkus kornea. Jika telanjur mengalami tanda atau gejala ulkus kornea, terlebih jika ada titik putih di mata, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.

(NB/ RVS)

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.