Bolehkah Ibu Penderita Hepatitis B Menyusui Bayinya?

3 weeks ago Comment 4K Report

Bolehkah Ibu Penderita Hepatitis B Menyusui Bayinya?

Menyusui adalah cara alami untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Namun jika ibu adalah penderita hepatitis B, bolehkah ia menyusui bayinya?

CINTADOKTER.COM Jakarta ASI adalah makanan terbaik untuk bayi yang tidak tergantikan, sehingga wajar banyak ibu ingin segera menyusui bayinya yang baru lahir. Namun apabila sang ibu adalah penderita hepatitis B, apakah ia boleh menyusui bayinya tersebut?

Berbagai organisasi kesehatan menyarankan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah itu, menyusui dapat ditambahkan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Menyusui dapat dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih, jika ibu dan anak menginginkannya.

Baca Juga

  • Bisakah Penyakit Hepatitis B Disembuhkan?
  • Penderita Hepatitis B Tak Boleh Makan Jeruk, Mitos atau Fakta?
  • Pasangan Kena Hepatitis B, Bagaimana Caranya Agar Tidak Tertular?

Di sisi lain, ibu yang memiliki penyakit tertentu seperti hepatitis B mungkin ragu untuk menyusui bayinya. Pasalnya, ada risiko bayi bisa tertular.

Ibu menyusui dan hepatitis B

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyebabkan peradangan hati. Virus hepatitis B menular melalui cairan tubuh, seperti lewat air mani dan darah. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak seksual, selama persalinan, atau kehamilan (walaupun lebih jarang terjadi).

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), di dunia sekitar 5 persen ibu memiliki hepatitis B kronis serta berpotensi menularkan kondisi ini kepada anaknya.

Jika rutin memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan, umumnya semua wanita hamil akan melakukan pemeriksaan hepatitis B. Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan apakah perlu dilakukan langkah pencegahan khusus segera setelah bayi lahir. Tujuannya adalah untuk meminimalkan penularan.

Semua bayi yang baru lahir umumnya akan mendapatkan dosis pertama vaksin hepatitis B, baik bayi yang lahir dari ibu dengan ataupun tanpa hepatitis B. Apabila ibu hamil diketahui memiliki hepatitis B, maka setelah bayinya lahir akan diberikan juga hepatitis B imunoglobulin (HBIg).

Menurut WHO, pemberian vaksin hepatitis B disertai dengan HBIg akan meningkatkan perlindungan terhadap bayi yang lahir dari ibu yang memiliki hepatitis B hingga 85-90 persen.

Risiko hepatitis B terhadap ibu menyusui

Saat ini, belum ada data yang membuktikan bahwa menyusui akan meningkatkan risiko bayi tertular hepatitis B dari ibunya. Penelitian yang mempelajari ratusan subjek di Taiwan dan Inggris tidak menemukan adanya peningkatan risiko penularan terhadap bayi yang disusui oleh ibu dengan hepatitis B, yang dibandingkan dengan bayi yang tidak disusui.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa risiko penularan melalui menyusui tak perlu terlalu dikhawatirkan jika dibandingkan dengan risiko penularan lewat kontak darah dan cairan tubuh lainnya saat persalinan.

Fakta tersebut didukung dengan tindakan pencegahan terhadap bayi, dengan pemberian vaksin hepatitis B serta HBIg segera setelah lahir, sehingga dapat meminimalkan penularan.

Bagaimana jika puting ibu menyusui lecet atau berdarah?

Mengingat salah satu metode penularan adalah melalui darah, lalu bagaimana jika puting ibu menyusui lecet dan berdarah?

Lagi-lagi, belum ada cukup data untuk membuktikan apakah kondisi tersebut aman atau tidak bagi ibu untuk melanjutkan menyusui. Yang bisa dilakukan adalah berhenti menyusui untuk sementara waktu jika terdapat luka di payudara.

Agar produksi ASI pada payudara tidak berkurang karena tidak menyusui bayi langsung, maka ibu menyusui disarankan untuk memerah ASI secara rutin dan membuang ASI dari payudara yang terluka. Setelah luka sembuh, maka menyusui bisa dilakukan lagi dari payudara tersebut.

Jika ibu menyusui sedang terapi antivirus, adakah efek terhadap bayi?

Bagi ibu dengan hepatitis B yang sedang menjalani pengobatan antivirus, mungkin juga merasakan kekhawatiran akan efek terhadap bayinya. Faktanya, data menunjukkan bahwa beberapa jenis antivirus, seperti lamivudine dan tenofovir, aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Meski demikian, ibu menyusui yang sedang menjalami pengobatan hepatitis B mendiskusikan konsumsi obat tersebut dan kondisinya dengan dokter.

Jadi, secara umum ibu penderita hepatitis B boleh, bahkan dikatakan aman, untuk menyusui bayinya. Apabila terdapat kekhawatiran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

[NP/RN]

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.