Jangan Katakan 4 Hal Ini pada Ibu Menyusui

last month Comment 3K Report

Jangan Katakan 4 Hal Ini pada Ibu Menyusui

Menyusui adalah momen yang sangat penting bagi ibu dan bayi. Hormati dan hargai dengan tidak mengatakan beberapa hal berikut.

CINTADOKTER.COM Jakarta Sebagian besar pria akan setuju dengan pendapat bahwa memahami perasaan wanita adalah hal yang susah-susah gampang. Ini karena banyak hal yang bisa membuat suasana hati (mood) wanita berubah seketika. Hal ini tak hanya berlaku menjelang haid, tapi juga menyusui. Ya, ibu menyusui juga akan memiliki suasana hati, mood dan emosi yang sangat sensitif. 

Nah, bagi Anda yang tak ingin menyinggung atau melukai perasaan ibu menyusui, sebaiknya hindari mengatakan hal ini:

Baca Juga

  • Tips Mencegah Mastitis pada Ibu Menyusui
  • Ibu Menyusui di Tempat Umum, Bayi Rentan Kena Penyakit?
  • Ibu, Ini 7 Makanan Paling Sehat untuk MPASI
  • "Sepertinya si Kecil belum cukup mendapat ASI".
  • Mempertanyakan kemampuan seorang ibu untuk memproduksi ASI yang cukup untuk buah hatinya bisa menurunkan rasa percaya diri. Jadi, jika Anda melontarkan kata-kata ini, bukan tidak mungkin ibu menyusui justru akan “putus asa” dalam memberikan nutrisi terbaik bagi si Kecil. 

    Perlu Anda tahu, setiap wanita memiliki kemampuan produksi ASI yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi wanita itu sendiri. Lagi pula, di beberapa hari pertama usai melahirkan, produksi ASI yang masih sedikit masih dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi bayi.

    Jika Anda memang ingin mengetahui apakah bayi sudah cukup ASI atau belum, jangan ukur dari jumlah ASI yang dikeluarkan. Akan lebih baik bila Anda menilai cukup atau tidaknya ASI (nutrisi) bagi bayi dengan memantau peningkatkan berat badan bayi dan frekuensi si Kecil menyusu dari ibunya.

  • "Memberi susu formula sesekali tidak masalah agar ibu bisa sejenak beristirahat dari kegiatan menyusui".
  • Pemberian susu formula pada bayi ASI eksklusif, terutama pada minggu pertama kelahiran, tidak direkomendasikan dari segi medis. Kecuali, ada alasan tertentu yang mendasari, misalnya produksi ASI yang tidak mencukupi. Jika ibu mampu memproduksi ASI dalam jumlah cukup dan bayi berkeinginan untuk mengisap payudara ibu untuk menyusu, sebaiknya berikan ASI eksklusif sepenuhnya. 

    Mengapa tidak susu formula? Ini karena susu formula dalam botol dapat mengalir lebih cepat dibandingkan menyusu langsung dari payudara. Selain itu, tekstur dan rasa susu formula juga berbeda dengan ASI. Hal ini dapat membuat bayi menjadi "malas" untuk kembali menyusu langsung dari payudara. 

  • "Menyusui bisa menyebabkan payudara kendur".
  • Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa menyusui tidak akan membuat payudara menjadi kendur atau turun.

    Selama hamil hingga menyusui, payudara wanita akan mengalami perubahan. Bahkan, jika seorang wanita tidak menyusui sekalipun, payudara dapat membesar dan terlihat kendur karena perubahan hormon kehamilan. 

    Kendur atau tidaknya payudara wanita bergantung dari berapa kali seorang wanita melahirkan, ukuran dan bentuk payudara, berat badan, serta ada atau tidaknya kebiasaan merokok. Bahkan, pada wanita yang tidak pernah hamil atau menyusui, payudara juga dapat menjadi kendur karena proses alami (penuaan). 

  • "Anak sudah besar kok masih menyusui?". 
  • Sebagian besar orang berpendapat, tidak masalah untuk menyusui si Kecil hingga usia batita (1–3 tahun).  Namun, ada juga yang berpendapat bahwa menyusui hingga anak berusia lebih dari 1 tahun tidak lagi memberikan manfaat berarti bagi si Kecil. 

    Memang, ASI memberikan berbagai manfaat baik bagi si Kecil, termasuk untuk kekebalan tubuh dan tumbuh kembang. Namun, seiring bertambahnya usia anak, ASI bukan lagi nutrisi utama. 

    Atas dasar itu, The American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan, dan diteruskan hingga si Kecil mulai makan atau menginjak usia 1 tahun. Melanjutkan atau menghentikan pemberian ASI saat anak sudah berusia 1 tahun atau lebih dikembalikan lagi ke masing-masing ibu. Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menganjurkan pemberian ASI hingga paling tidak usia 2 tahun. 

    Sejatinya, menyusui tak hanya sekadar memberikan nutrisi bagi anak. Namun, menyusui adalah sarana yang dapat mempererat ikatan (bonding) antara ibu dan anak, di mana ikatan ini akan terus terjalin hingga dewasa kelak. Satu hal yang perlu selalu diingat, proses menyusui setiap ibu dapat berbeda-beda, dan sebaiknya Anda jangan mengatakan sembarang hal dan menyamaratakan semuanya.

    (NB/ RVS)

    Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Show life that you have a thousand reasons to smile


    Disclaimer
    - All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
    - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.