Kapan Dehidrasi Perlu Diinfus?

2 weeks ago Comment 3K Report

Kapan Dehidrasi Perlu Diinfus?

Biasanya, dehidrasi hanya perlu diatasi dengan banyak minum. Tapi, kapan dehidrasi perlu diinfus?

CINTADOKTER.COM Jakarta Dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan dalam tubuh biasanya terjadi karena Anda kurang minum. Biasanya, untuk meredakan masalah tersebut hanya perlu minum yang cukup. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dehidrasi juga perlu diinfus

Kalau Anda sudah merasa sangat haus dan urine berwarna pekat, itu artinya Anda sedang mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut memang kerap disepelekan, tapi jika sudah parah, Anda bisa kehilangan kesadaran akibat dehidrasi.  Lalu kapan sebenarnya infus diperlukan untuk mengatasi dehidrasi?

Baca Juga

  • Hati-hati, Bibir Kering Memicu Sariawan
  • Sering Sakit Kepala Saat Hamil, Apa Sebabnya?
  • 5 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Pelari Marathon
Perlu diinfus saat sudah sangat parah 

Dehidrasi dapat dikelompokkan menjadi tiga derajat keparahan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Jika dehidrasi dibiarkan, maka bisa berkembang menjadi dehidrasi tingkat berat dan ini bisa mengancam nyawa.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari , dehidrasi sangat perlu diinfus ketika sudah masuk derajat keparahan berat. Hanya saja, penentuan derajat keparahan ini harus berdasarkan diagnosis dokter.

"Dehidrasi memang terdiri dari beberapa derajat keparahan. Untuk menentukannya, memang hanya bisa dilakukan dokter melalui pemeriksaan secara pasti. Kalau dehidrasi ringan, pasien tidak perlu infus. Jadi pasiennya bisa dirawat jalan, pasien bisa diedukasi atau diberikan saran untuk banyak minum air. Biasanya, dehidrasi itu karena diare atau heat stroke," ujar dr. Alvin.

"Namun, kalau dehidrasi berat, dalam arti pasien sampai mengalami penurunan kesadaran, nafsu makan sudah turun karena lemas, itu otomatis harus diinfus untuk mengembalikan cairan tubuhnya," lanjutnya.

Infus yang diberikan kepada penderita dehidrasi juga tidak sembarangan. Kata dr. Alvin, cairan infus yang menggunakan cairan kristaloid bisa digunakan untuk mengatasi kondisi dehidrasi tersebut.

"Sebenarnya cairan infus itu banyak, tapi untuk resusitasi atau mengembalikan cairan tubuh karena dehidrasi, biasanya akan menggunakan cairan kristaloid, sebab isotonik atau tonisitas cairannya seimbang," tegas dr. Alvin.

Bahaya dehidrasi

Jadi, penanganan dehidrasi tidak boleh disepelekan. Anda harus tahu kalau sudah mengalami dehidrasi, sehingga tingkat keparahannya tidak bertambah dan tidak mengalami masalah lebih lanjut.

Pasalnya, jika dehidrasi didiamkan, Anda bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti:

  • Syok

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume cairan dalam tubuh. Ketika tubuh tidak dapat melakukan kompensasi terhadap hal ini, maka tekanan darah akan ikut turun drastis.

“Penurunan ini bisa mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh, sehingga kerja organ vital pun ikut terganggu," ujar dr. There.

  • Koma

Masih berlanjut soal syok. Jika kondisi syok tidak ditangani dengan segera, ternyata bisa menyebabkan kurangnya pasokan darah dan oksigen ke otak. 

Menurut dr. Theresia, ketika otak kekurangan oksigen untuk bekerja, maka bisa terjadi koma. Akibat lainnya adalah kegagalan fungsi banyak organ vital dalam tubuh.

  • Gagal ginjal

"Kondisi ini cukup berbahaya. Kurangnya volume cairan dalam tubuh menurunkan filtrasi glomerulus yang terjadi pada ginjal untuk mencerna urine, sehingga fungsi ginjal pun ikut terganggu. Tidak heran pada mereka yang dehidrasi, produksi urine berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali," ungkap dr. Theresia.

  • Gangguan elektrolit dan kejang

Elektrolit berfungsi menghantarkan sinyal listrik antar sel. Jika terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh, bisa menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Akibatnya bisa timbul gangguan kontraksi otot, ritme jantung, kejang, bahkan penurunan kesadaran.

  • Heat injury

Saat berada di lingkungan yang bersuhu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas lewat keringat. Dehidrasi akibat keringat berlebih dan kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan kram dan kelemahan otot.

  • Kematian

Ini adalah kondisi paling parah dari dehidrasi. Jika dehirasi tidak segera ditangani, kegagalan fungsi organ vital dan dampak serius lainnya dapat menyebabkan kematian.

Dehidrasi bisa dialami oleh siapa saja. Bermacam tingkatan dehidrasi mulai dari dehidrasi ringan, sedang, hingga yang berat akan menentukan bagaimana sebaiknya kondisi ini ditangani. Karena jika dehidrasi dibiarkan, maka bisa berkembang menjadi dehidrasi tingkat berat dan ini bisa mengancam nyawa.

Lalu kapan dehidrasi perlu diinfus, tentu ketika kondisi dehidrasi sudah sampai pada tingkat yang sangat berat. Kalau Anda sudah merasa haus dan urine berwarna kuning pekat, maka segeralah penuhi kebutuhan cairan dengan banyak minum air putih.

[MS/ RVS]

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.