Kebiasaan Sehat yang Perlu Dipelajari Anak Sejak Dini

3 weeks ago Comment 1K Report

Kebiasaan Sehat yang Perlu Dipelajari Anak Sejak Dini

Memiliki tubuh yang sehat diawali dari kebiasaan sehat. Ajarkan pada anak sedari dini.

CINTADOKTER.COM Jakarta Mencuci tangan, rutin berolahraga serta mengonsumsi buah dan sayur merupakan segelintir dari kebiasaan sehat yang harus dilakukan secara rutin. Jika Anda sudah melakukannya, tularkan perilaku sehat itu kepada anak Anda. 

Beragam kebiasaan sehat tersebut jika dilakukan secara rutin setiap hari tentunya akan membuat tubuh menjadi sehat juga. Sayangnya, meski terkesan sepele, sebagian masyarakat masih enggan atau malas-malasan untuk melakukannya. 

Baca Juga

  • Anak Komedian Dede Sunandar Kena Sindrom Williams
  • Hati-hati, Penggunaan Gawai Bisa Bikin Anak Terlambat Bicara
  • Manfaat Mengajarkan Arti Kemerdekaan pada Si Kecil

Nah, agar kebiasaan sehat itu menjadi pola hidup – khususnya bagi Anda – ajarkan hal-hal baik itu kepada anak sejak dini.  

Ajarkan kebiasaan sehat ini pada si Kecil

Mulailah ajarkan kepada anak Anda beberapa kebiasaan sehat berikut sedari dini. Dengan membiasakannya, anak menjadi lebih perhatian dengan dirinya dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya:

  • Mencuci tangan 
  • Mencuci tangan mungkin terdengar sepele untuk dilakukan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mencegah anak terkena penyakit. Anak sering kali tanpa disadari sering menyentuh mata, hidung dan mulut, sehingga mempermudah masuknya kuman ke tubuh.

    Selain itu, kuman yang terdapat pada tangan dapat masuk ke dalam makanan atau minuman saat Anda mempersiapkan makanan untuk si Kecil. Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah dari kamar mandi, bermain di luar, menyeka ingus dan sebelum makan.

    Teknik mencuci tangan yang benar juga penting agar manfaatnya bisa didapat. Usahakan untuk mencuci tangan sekitar 15-20 detik. Untuk mempermudah anak mengingat, Anda bisa mengajaknya sambil bernyanyi. 

  • Menutup mulut
  • Ajarkan anak cara menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin agar kuman tidak "beterbangan" dan menginfeksi orang lain. Menurut studi, ketika bersin atau batuk, sejumlah kuman dan partikel mikro akan beterbangan di udara, bahkan hingga jarak belasan meter.

    Jika anak tidak membawa tisu, Anda bisa mengajarkannya untuk batuk atau bersin ke siku lengan. Namun jika anak Anda sedang sakit batuk atau flu, sebaiknya bawakan selalu tisu atau saputangan untuk menutup mulutnya ketika batuk atau bersin. 

  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Hingga kini banyak orang dewasa yang masih membuang sampah sembarangan. Padahal, kebiasaan buruk ini bisa menjadi sumber penyakit.

    Patogen (bakteri, parasit, atau jamur) yang terdapat dalam tumpukan sampah jika tak sengaja mencemari makanan atau air minum yang dikonsumsi oleh manusia, dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan berbagai penyakit. Beberapa penyakit karena situasi tersebut antara lain diare, demam typhoid, kolera, disentri, dan lain sebagainya.

    Untuk itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik bagi anak dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ajari anak untuk membuang sampah kemasan makanan pada tempatnya usai ia makan atau minum. Jangan biarkan anak meletakkan atau membuang sampah atau sisa makanan atau minuman sembarangan. 

  • Olahraga 
  • Anak perlu diajarkan dan belajar untuk "merawat" tubuh sejak kecil, salah satunya adalah dengan berolahraga. Melakukan aktivitas fisik secara rutin atau berolahraga dengan teratur dapat membuat anak terhindar dari obesitas dan penyakit lain seperti hipertensi, kolesterol atau diabetes melitus.

    Hindari memaksakan aktivitas olahraga tertentu pada anak. Perhatikan dan tanyakan olahraga apa yang ia sukai. Misalnya jika anak terlihat senang bermain air, ajaklah untuk berenang. Sebab, jika anak suka dengan olahraganya, maka ia pun akan dengan senang hati melakukannya dengan rutin. 

  • Makan buah dan sayur
  • Beberapa orang tua sering kali mengeluhkan anak-anak mereka yang menolak makan buah dan sayur. Biasanya puncaknya dimulai di antara usia 2-6 tahun. Sebab, buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan untuk tubuh.

    Belum lagi, kandungan gizi yang terdapat dalam buah dan sayur dapat membantu tumbuh kembang anak lebih optimal, meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlancar BAB.

    Jika anak menolak dan susah makan buah atau sayur, Anda bisa berkreasi dengan membuat variasi menu dan menata makanan dengan bentuk yang lucu. Anda juga bisa membebaskan anak memilih sendiri buah dan sayur yang disukainya.

    Meski tampak sepele, melakukan berbagai kebiasaan sehat di atas sejak dini akan membuat anak terbiasa melakukannya hingga dewasa. Bangunlah kebiasaan sehat semacam itu untuk membentuk tubuh yang sehat.

    [NP/ RVS]

    Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Show life that you have a thousand reasons to smile


    Disclaimer
    - All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
    - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.