Kiat Tepat Menjaga dan Merawat Lansia

March 2018 Comment 2K Report

Kiat Tepat Menjaga dan Merawat Lansia

Menjaga dan merawat lansia di rumah dapat membantu mereka merasa lebih baik. Simak kiat-kiatnya di sini.

CINTADOKTER.COM Jakarta Sedari kecil orang tua telah merawat dan membesarkan Anda. Setelah orang tua menginjak usia lanjut atau menjadi lansia, kini giliran Anda untuk merawat mereka. Menjaga dan merawat lansia memang tak mudah. Tak heran banyak orang yang memilih memasukkan orang tuanya ke panti jompo. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu kiat yang tepat agar dapat merawat dengan baik.

Populasi lansia di Indonesia

Baca Juga

  • Dampak Multitasking untuk Otak Anda
  • Tes Kesehatan Ini Perlu Dilakukan Jelang Lansia
  • Sering Mimpi Buruk? Ini Kiat Mengatasinya

Hasil penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Pusdu BKKBN) Jakarta menyebutkan bahwa tahun 2016 Indonesia memiliki 22,6 juta lansia atau sekitar 8,75 persen penduduk dengan umur tengah 28 tahun.

Diprediksi sekitar 14 tahun lagi jumlah tersebut akan naik menjadi 41 juta orang, atau sekitar 13,82 persen penduduk dengan umur tengah 32 tahun. Jadi, pada 2030, Indonesia akan memiliki populasi menua (ageing population).

Namun, perubahan struktur penduduk pada masa depan dinilai akan memengaruhi kesejahteraan lansia. Riset dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) tahun 2014 menunjukkan jumlah lansia tinggal sendiri sebanyak 9,66 persen, lansia tinggal dengan pasangan 13,10 persen, dan yang tinggal dengan orang lain 12,21 persen.

1 dari 3 halamanKetahui kiat-kiatnya

Menghabiskan waktu bersama orang tua yang telah menjadi lansia dapat sekaligus memantau kesehatan mereka. Namun, hidup berdampingan bersama kakek dan nenek memang membutuhkan perhatian yang lebih. Sebab, lansia rentan mengalami kecelakaan seperti terjatuh atau terpeleset di dalam rumah.

Data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan menyatakan bahwa persentase penduduk lansia pada tahun 2012 adalah 7,56 persen dengan jumlah paling banyak adalah wanita. Angka kesakitan penduduk lansia pada tahun 2012 adalah sebesar 26,93 persen. Patah tulang paha akibat jatuh bisa menjadi komplikasi utama pada lansia.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin merawat sendiri lansia di rumah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar dalam merawat lansia Anda bisa tetap santai dan hubungan dengan keluarga pun semakin erat.

1. Ajak beraktivitas

Olahraga dapat membantu melindungi lansia dari berbagai penyakit dan mengurangi usia fungsional mereka sampai 10-15 tahun. Sehingga, olahraga dapat menunda kebutuhan akan perawatan dan menjauhkan lansia dari penyakit untuk waktu yang lebih lama. Disarankan bagi lansia untuk melakukan 30 menit aktivitas dengan intensitas sedang seperti joging, berenang, jalan kaki, atau bersepeda, sebanyak lima kali dalam seminggu.

Selain itu, olahraga kekuatan dengan beban yang menggunakan barbel harus dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu pada hari yang tidak berurutan. Lansia juga sebaiknya melakukan olahraga untuk kelenturan, seperti melakukan peregangan, yoga, dan tai chi, setidaknya 10 menit setiap hari.

2. Awasi kesehatan fisik dan mentalnya

Jika lansia memiliki penyakit atau masalah kesehatan, beri tahu lansia untuk menemui dokter. Anda juga boleh menemani lansia untuk melakukan pemeriksaan. Bila penyakit yang diderita lansia cukup parah, sangat penting bagi Anda menghubungi rumah sakit dan melihat tindakan medis apa yang bisa diberikan.

Tak hanya fisik, kesehatan mental lansia juga penting. Masa-masa tua merupakan waktu yang sulit, karena lansia rentan terkena depresi. Hal ini ditandai dengan berkurangnya minat, timbul kelesuan, perasaan sedih atau marah yang mendalam. Jadi, pastikan Anda memantau keadaan mental sebagaimana kesehatan fisik mereka. Meskipun mereka telah berusia lanjut dan mungkin tidak sehat lagi, lansia tetap merupakan orang yang memiliki emosi dan gagasan.

3. Konsultasikan kesehatan lansia pada ahlinya

Lansia mungkin diberikan resep obat berbeda-beda oleh dokter yang berbeda. Biasanya, hanya apoteker yang akan mengetahui obat yang diminum oleh orang tua Anda. Bicarakan mengenai kemungkinan interaksi dan efek samping yang mungkin timbul.

2 dari 3 halamanSelanjutnya

4. Atur pola makannya

Menurut dr. Kartika Mayasari, ada beberapa alasan mengapa lansia mengalami penurunan selera makan, sama seperti penurunan fungsi dari indra penciuman, perasa, serta penglihatan.

“Efek samping karena obat yang dikonsumsi setiap harinya juga dapat menyebabkan lansia terkena sembelit atau gangguan kesehatan pada mulut. Hal inilah yang kemudian membuat lansia menurun selera makannya,” ucap dr. Kartika.

Oleh sebab itu, atur juga makan bersama dengan lansia. Jika sempat, Anda juga bisa membuatkan makanan untuk mereka. Acara makan bersama ini akan membuat momen makan bagi lansia menjadi lebih menyenangkan. Jika Anda sibuk, layanan pesan antar juga bisa membantu lansia yang mengalami kesulitan menyiapkan makanan.

5. Dengarkan ketika ia bercerita

Biasanya lansia senang bercerita. Mereka punya banyak pengalaman yang dirasa perlu dibagikan. Dengarkan apa yang mereka sampaikan. Hal ini akan memperdalam koneksi antara Anda dan mereka, sehingga lansia akan merasa lebih terhubung dengan dunia sekelilingnya.

Menjaga dan merawat lansia memang tak mudah. Namun, bukan berarti mereka tidak berhak mendapatkan kebersamaan dengan keluarganya. Yuk, jadikan lansia di sekeliling Anda merasa lebih dihargai!

[RVS]

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.