Menjaga Kesehatan Tulang dengan Vitamin K

2 weeks ago Comment 2K Report

Menjaga Kesehatan Tulang dengan Vitamin K

Selain kalsium dan vitamin D, ternyata vitamin K juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, lo!

CINTADOKTER.COM Jakarta Selama ini, kesehatan tulang kerap dikaitkan dengan konsumsi vitamin D yang cukup. Padahal, vitamin K juga tak kalah manfaatnya untuk menjaga kesehatan tulang Anda. 

Saat nutrisi yang dibutuhkan ini kurang, tulang yang berfungsi sebagai penopang, penyangga, dan penggerak tubuh akan mengalami masalah. Salah satunya adalah osteoporosis yang dapat menyebabkan disabilitas dan menurunkan kualitas hidup seseorang.

Baca Juga

  • BJ Habibie Dirawat Intensif, Kenali 7 Penyakit pada Lansia
  • Kenali Suplemen Vitamin yang Cocok untuk Tubuh Anda
  • Tulang Sering Nyeri, Tanda TBC Tulang?
Osteoporosis, penyebab patah tulang

Osteoporosis adalah penyakit degeneratif yang disebut juga pengeroposan tulang, di mana tulang menjadi rapuh, lemah, dan mudah patah hanya akibat benturan ringan sekalipun. Tulang yang rapuh ini paling mudah patah di bagian panggul dan tungkai atas.

Bisa dibayangkan bagaimana bahaya dan disabilitas yang ditimbulkan akibat patahnya salah satu – bahkan dua – tulang besar penyangga badan tersebut. Selain membutuhkan operasi besar dan pemasangan prothesa (semacam pen atau tulang palsu), patah tulang juga dapat meningkatkan risiko kematian.

Osteoporosis bukanlah bagian dari proses penuaan yang normal. Para lansia dapat mencegah osteoporosis dengan aktif bergerak, berolahraga secara rutin, tidak merokok dan minum alkohol, serta mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, vitamin D, dan vitamin K.

Osteoporosis juga menyerang kaum muda

Selama ini, osteoporosis memang banyak diderita oleh kaum lansia atau lanjut usia. Namun demikian, proses pengeroposan tulang dapat mulai terjadi sejak usia muda, yaitu pada saat seorang wanita hamil dan menyusui. 

Apabila Anda kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan tulang bayi selama di kandungan dan menyusui, nutrisi tersebut akan dipecah dari tulang ibu. Akibatnya, risiko osteoporosis pada wanita akan meningkat apabila tidak mengonsumsi nutrisi untuk kesehatan tulang yang cukup.

Penelitian terbaru dari International Osteoporosis Foundation (IOF) menemukan bahwa 1 dari 4 wanita Indonesia usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena osteoporosis. Risiko osteoporosis pada wanita ini empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria. 

Risiko osteoporosis dan patah tulang seorang wanita akan semakin meningkat ketika ia memasuki masa menopause atau mati haid. Lebih gawatnya lagi, gejala osteoporosis ini umumnya tidak diketahui dan tidak disadari, hingga muncul nyeri dan patah tulang.

Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tulang sejak muda dengan mengonsumsi berbagai zat gizi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Zat gizi yang sudah dikenal secara luas untuk kesehatan tulang adalah kalsium dan vitamin D. 

Namun tahukah Anda, ternyata vitamin K juga tidak kalah berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang?

1 dari 2 halamanVitamin K, nutrisi yang “terlupakan”

Banyak orang yang telah mengetahui pentingnya peran kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang. Vitamin K lebih termasyhur sebagai nutrisi penting untuk pembekuan darah. Itulah sebabnya, setiap bayi yang baru lahir harus disuntik vitamin K untuk mencegah terjadinya perdarahan, terutama di kepala area yang dapat mengancam nyawa.

Namun demikian, vitamin K juga bermanfaat untuk kesehatan tulang. Penelitian mendapati bahwa kekurangan kadar vitamin K dalam tubuh dapat menurunkan massa dan densitas tulang. 

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa pemberian suplementasi vitamin K dapat meningkatkan massa dan kesehatan tulang secara keseluruhan. Selain itu, penelitian selanjutnya juga menemukan bahwa asupan vitamin K dapat memperlambat laju pengeroposan tulang pada wanita menopause. Vitamin K juga bisa meningkatkan kekuatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang pada penderita osteoporosis.

Kenali aneka jenis vitamin K

Ada beberapa jenis vitamin K. Namun, yang paling banyak dikenal adalah vitamin K1 dan K2. Vitamin K1 umumnya banyak terdapat di bahan makanan nabati, seperti kale, bayam, lobak, brokoli, selada, kol, kembang kol, kiwi, alpukat, dan buah berry. 

Sementara itu, vitamin K2 banyak terdapat pada bahan makanan hewani atau fermentasi, seperti ikan, ayam, hati, kuning telur, mentega, natto (makanan fermentasi kacang kedelai khas Jepang), keju. Selain itu, vitamin K2 juga dapat diproduksi oleh fermentasi bakteri usus manusia.

Meski rekomendasi asupan vitamin K harian belum ditetapkan, kecukupan vitamin K harian untuk pria rata-rata adalah 120 mikrogram dan untuk wanita 90 mikrogram. Penelitian lain, Nurses’ Health Study, menyimpulkan bahwa seorang wanita harus mengonsumsi setidaknya 110 mikrogram vitamin K dalam sehari untuk menurunkan risiko patah tulang sebesar 30%. 

Meski kerap terlupakan, vitamin K sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Anda bisa mengonsumsi sumber vitamin K, seperti bayam, brokoli, kiwi, ikan, hati, serta suplemen vitamin K. Namun begitu, konsumsi suplemen vitamin K perlu diperhatikan bagi Anda yang mengonsumsi obat pengencer darah warfarin. Penderita sakit ginjal atau menjalani cuci darah juga harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

[HNS/ RVS] 

Artikel Terkait

Life Enjoy

Show life that you have a thousand reasons to smile


Disclaimer
- All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
- Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.