Sarapan Minum Susu Menjaga Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

last month Comment 4K Report

Sarapan Minum Susu Menjaga Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Ternyata sarapan dengan minum susu bisa membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

CINTADOKTER.COM Jakarta Siapa bilang penderita diabetes tak boleh minum susu? Diabetesi – sebutan bagi penderita diabetes – tetap boleh minum susu asalkan dikonsumsi dengan cara dan saat yang tepat. Studi menemukan bahwa sarapan dengan minum susu sapi bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Daily Science tersebut dilakukan pada 45 orang dewasa di kota Ontario, Kanada. Pada penelitian tersebut, partisipannya diminta untuk mengonsumsi sarapan berupa oat yang diberi susu berprotein tinggi selama seminggu, kemudian dilanjutkan dengan konsumsi sarapan seperti yang biasanya dilakukan.

Baca Juga

  • Kenali Beragam Gejala Diabetes Insipidus
  • Awas, Ternyata Stroke Juga Bisa Menyerang Mata, Ini Jenisnya!
  • Ini Tandanya Anda Sudah Berlebihan dalam Mengontrol Diabetes

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa gula darah setelah makan cenderung lebih stabil saat peserta penelitian mengonsumsi sarapan mengandung susu. Selain itu, peserta penelitian juga merasakan kenyang lebih lama, sehingga mengonsumsi makan siang dalam porsi yang lebih kecil. 

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa menambahkan susu pada menu sarapan bisa menjadi salah satu cara yang baik untuk mengendalikan gula darah pada penderita diabetes. Namun demikian, harus diketahui bahwa susu yang dianjurkan adalah susu tanpa perisa atau kandungan gula sama sekali.

Menu sarapan sehat mengandung susu

Selain kombinasi susu dengan oat, beberapa menu sarapan mengandung susu yang juga bisa dikonsumsi oleh diabetesi adalah sebagai berikut:

  • Smoothie
  • Agar benar-benar terbebas dari kandungan gula, sebaiknya diabetesi membuat smoothie sendiri. Cara membuatnya mudah, tak sampai 10 menit. Yang diperlukan hanyalah sayuran, buah-buahan, dan susu.

    Diabetesi dapat mengombinasikan sendiri sayur dan buah yang akan dipakai untuk membuat smoothie. Misalnya saja campuran bayam, jeruk, dan apel atau campuran stroberi, alpukat dan mentimun. 

    Selain susu sapi, diabetesi dapat menggunakan susu almond atau susu kedelai saat akan membuat smoothie. Agar kandungan nutrisi tetap terjaga, hindari mencampurkan sayuran dan buah terlalu lama.

  • Telur rebus dan susu
  • Meski terkesan sederhana, sebutir telur rebus dan segelas susu hangat bisa menjadi ide sarapan sehat yang mudah dan cepat. Agar telur terasa lebih lezat, diabetesi dapat menaburkan sedikit garam dan lada hitam di atasnya. 

    Sebagian orang enggan mengonsumsi telur karena kandungan kolesterol di dalam kuning telur. Kandungan kolesterol tersebut sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, karena hanya mengandung sedikit lemak jenuh.

    Sebuah studi yang dilakukan pada pria berusia 40-60 tahun pada tahun 2015 juga menunjukkan bahwa subjek yang sering mengonsumsi telur memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami diabetes mellitus tipe 2 dibandingkan subjek yang jarang makan telur. 

  • Roti gandum, selai kacang dan susu
  • Kandungan serat di dalam roti gandum dapat membantu menurunkan kolesterol. Selai kacang yang dioleskan di atas roti tak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga bisa menjadi sumber protein yang baik, sehingga rasa kenyang setelah sarapan bertahan lebih lama.

    Padukan roti berselai kacang tersebut dengan segelas susu hangat. Jika merasa bosan dengan rasa susu yang tawar, diabetesi dapat membubuhkan sedikit bubuk kayu manis pada susu.

    Meski mengalami diabetes, penderita tetap harus mengonsumsi makanan yang rasanya enak agar saat makan menjadi momen yang relaks dan menyenangkan. Menu sarapan dengan minum susu – seperti yang dijelaskan di atas – bisa menjadi alternatif yang lezat dan menyehatkan bagi penderita diabetes. Selamat mencoba!

    [NP/ RVS]

    Artikel Terkait

    Life Enjoy

    Show life that you have a thousand reasons to smile


    Disclaimer
    - All data on this website is for information only. Always consult your illness to the nearest doctor for certainty of your condition.
    - Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2019 CINTADOKTER.COM - All rights reserved.